Meluruskan Pemikiran Prof. Dr. Said Agil Al Munawar, MA


Pertanyaan:
Assalamualaikum. Yang mulia pak kiyai, semoga dalam keadaan sehat walafiat. Saya ingin penjelasan dari pak Kiyai tentang sumber asal muasal penggunaan istilah hadis Hasan. Saya melihat di You Tube dalam acara Bahtsul Masail-NU di Depok sebagai pengantar prof.DR.Said Agil Al Munawar, MA (2015) beliau mengatakan : Tentang istilah Hasan (dalam ilmu Alhadits) itu bukan bersumber dari Imam Turmudzi, kalau diurut-urut, Imam syafi’i sudah menggunakan istilah hasan tersebut. Ini adalah kesalahan akademik yang perlu diluruskan, karena ilmunya ilmu denger, bukan ilmu baca, jadi denger dari dosennya lalu sampai menyampaikan (tasalsul sama’i), bukan tasalsul qira-ati wa tahqiqi”. Dari pernyataan beliau ini berarti istilah hasan bukan berasal dari Imam turmudzi. Apa ada sumber kitabnya sebagaimana apa yang dikatakan oleh profesor tersebut.

Dari Ridwan Kamil Banjar Masin-Kalimantan Selatan

Jawaban:

Peletak batu pertama ilmu hadis adalah Imam As-SyafiI terdapat dalam kitabnya Ar-Risalah dan kitabnya Al-Um [riwayat Abi Muhammad Ar-Rabi bin Sulaiman Almaradi :270H], lalu kemudian dikumpulkanlah sebagian pembahasan ilmu hadis ini oleh Imam At-Turmudzi. Adapun yang pertama menyusun dasar-dasar ilmu Al-hadis berbentuk kitab yang membahas tentang ilmu hadis tersendiri adalah Alqadhi Abu Muhammad Ar-Romahurmudzi (wafat tahun 360H). Lihat dalam kitab Qawaid Ushul Alhadis oleh Prof.Dr.Ahmad Umar Hasyim/1998M/1419H.

Didalam istilah ilmu hadis ada dikenal diantaranya dengan istilah hadis Hasan. Jika kita lihat bahwa pembagian hadis ada tiga yaitu: (1) “Shahih [صحيح]”, (2)“ Alhasan [الحسن]”, (3)“Ad-Dha’if [الضعيف]”. Pembagian Hadis ditinjau dari jalannya/caranya yaitu: (1) Almutawatir [المتواتر] dan (2) Khabar Al-Ahaad [خبر الآحآد]. Pembagian Hadis ditinjau dari orang yang disandarkan kepadanya yaitu: (1) Almarfu’ [المرفوع : قول الصحابي : أمرنا … أو نهينا ..], (2) Almauquf [الموقوف : ما أضيف إلى الصحابي], (3) Almaqthu’ [المقطوع : ما أضيف إلى التابعي].

Yang dikatakan dengan istilah hadis hasan adalah tidak dijumpai didalam sanad hadis tersebut yang dituduh sebagai orang yang dusta (الكذب) dan tidak terdapat unsur Syadz (شاذ ; atypical; tidak teratur, tidak khas, tidak normal).

Pernyataan Prof.Dr. Said Agil Husein Al Munawar, MA yang meyakini istilah hadis hasan sudah ada sebelum Imam Turmudzi yaitu sudah dimunculkan oleh Imam SyafiI, ini bersumber dari catatan kaki Abdul Fattah Abu Ghuddah halaman: 145-146 yang mensyarahkan kitab Zhafrul Amani Syarah Mukhtashar As-Said As-Syarief Aljurjani Fi Mushthalah Alhadis-Al-Imam Al Muhaddis Al Faqih As-Syeikh Muhammad Abdul Hayyi Al Laknawi Al Hindi: 1264H1304H. Dalam catatan kaki disimpulkan sebagai berikut: Berkata Alhafizh Al Iraqi dan Al Khatthabi bahwa ahlul Hadis membagi hadis (Shahih, hasan, dan dha’if) begitu juga teks yang ditulis oleh Ibnu Sholah dengan kata-kata “Ahlul Hadis” kalimat ini disimpulkan mereka bahwa istilah hasan (الحسن) sudah ada dalam ucapan Imam Syafi’I, Imam Bukhari dan jamaah. Pendapat ini sangat lemah karena tidak ada keterangan tentang istilah hasan yang jelas dan begitu luas kecuali didalm kitabnya Imam Turmudzi. Ibnu Shaolah sendiri mendefenisikan hadis hasan mengambil dari ucapan Imam Turmudzi (lihat hal, 30, Ulum Al Hadis oleh Ibnu Sholah). Mayoritas ulama ahli hadis begitu juga Syeikh Al-Laknawi Alhindi sendiri lebih menegaskan didalam kitabnya Zhafrul Amani tersebut bahwa Ibnu Taimiyahlah yang menegaskan bahwa sebelum Imam Turmudzi para ahli Hadis membagi hadis antara Shahih dan Dhaif. Istilah hadis hasan hanya khusus Imam Turmudzi yang menggunakannya (Lihat halaman, 145, Zhafrul Amani Syarah Mukhtashar As-Said As-Syarief Aljurjani Fi Mushthalah Alhadis-Al-Imam Al Muhaddis Al Faqih As-Syeikh Muhammad Abdul Hayyi Al Laknawi Al Hindi: 1264H1304H)

Terdapat didalam kitab Qawaid Ushul Alhadis oleh Prof.Dr.Ahmad Umar Hasyim (Mantan Rektor Universitas Al Azhar Cairo Mesir), Syeikh Umar Hasyim ini dikenal sampai saat ini diantara ulama ahli hadis asal Mesir yang tidak di ragukan keilmuannya, khususnya dalam bidang ilmu hadis. Kitab beliau ini adalah kitab rujukan wajib S-1 di Fakultas Syriah Islamiyah maupun di Fakultas lainnya. Di dalam kitab ini disebutkan pada halaman 37 Syeikh Umar Hasyim mengatakan sebagai berikut: Berkata Ibnu Taimiyah: orang yang memperkenalkan pertama kali dalam pembagian hadis kepada shahih [صحيح], hasan [الحسن] dan dha’if [الضعيف] adalah Abu ‘Isa At-Turmudzi, dan tidak kami ketahui pembagian ini dari seorangpun sebelum beliau (Imam Turmudzi)”. Teks Arabnya sebagai berikut:

“قال إبن تيمية : أول من عرف أنه قسم الحديث إلى صحيح و حسن و ضعيف أبو عيسى الترمذى ولم نعرف هذه القسمة عن أحد قبله ” (ص: ٣٧/ قواعد أصول الحديث بقلم الأستاذ الدكتور أحمد عمر هاشم- معهد الدراسة الإسلامية/١٩٩٨م-١٤١٩هجرية)

Dari teks arab di atas berarti jelaslah istilah pembagian hadis shahih, hasan dan dha’if adalah bersumber dari Imam Turmudzi (Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah At-Turmudzi: 200H- 13 Rajab 279H).

Lihat didalam kitab Ulum Alhadis Li Ibnu Sholah Alimam Abu Amru Utsman bin Abdurrahman As-Syaharzawiri: 577H-643H” ditahqiq dan disyarahkan oleh Nuruddin Atar (Guru besar Tafsir, Ilmu-ilmu Alquran, dan ilmu-ilmu Hadis Fakultas Syariah Universitas Damasqus Syiria) halaman 39 disebutkan sebagai berikut: Ada empat istilah yang banyak dipakai oleh Imam Turmudzi yaitu Shahih Gharib [صحيح غريب], Hasan Gharib [حسن غريب], Hasan Shahih [حسن صحيح], dan Hasan Shahih Gharib [حسن صحيح غريب]”

Lihat dalam kitab “Musthalah Alhadis Warijaluhu” oleh Prof.Dr. Hasan Muhammad Maqbuli Al-Ahdal/Penerbit Aljadid-Shana’a Yaman, Cetakan ke-III: 1993M/1414H, halaman, 114. Orang pertama yang menghimpun hadis-hadis hasan yang begitu masyhur terdapat didalam kitab Jami At-Turmudzi, beliaulah sumber asal muasal dalam memperkenalkan tentang hadis hasan dan beliau pulalah yang dipandang sebagai orang yang mempepulerkan (istilah hadis hasan) di dalam kitabnya. Teks Arabnya sebagai berikut,

…. ومن أشهر هذه الكتب جامع الترمذى فهو أصل في معرفة الحديث الحسن و يعتبر الترمذى هو الذي شهره في كتابه (ص: ١١٤/ مصطلح الحديث و رجاله/تأليف : الأستاذ الدكتور حسن محمد مقبولي الأهدل : نائب رئيس الجامعة للشؤون الأكاديمية عميد كلية الشريعة و القانون سابقا – صنعاء ، الجمهورية اليمنية)

Maka dapat disimpulkan dari berbagai macam sumber kitab dan mayoritas para ulama ahli hadis yang sudah tidak diragukan lagi keilmuan dan kiprah mereka dalam dunia akademi ilmu pengetahuan ke-Islaman khususnya dalam ilmu-ilmu hadis bahwa istilah hadis hasan bersumber dari Imam Turmudzi. Wallahualam Bis-Shawab

Penulis adalah KH. Ovied.R- Imam Mursyid Majelis Turos Islam (MTI), Anggota Dewan Fatwa Al-Washliyah Periode 2021 s.d 2026, Wakil Ketua Dewan Fatwa Al Washliyah Periode 2015-2020. Sekretaris Majelis Masyaikh Dewan Fatwa Al Washliyah Periode 2015-2020, Guru Tafsir Alqur’an/Fikih Perbandingan Madzhab Majelis Ta’lim Jakarta & Direktur Lembaga Riset Arab dan Timur Tengah [di Malaysia] Tulisan ini telah dikeluarkan oleh media www.kabarwashliyah.con pada, Jumat, 23 September 2016