SAFARI DAKWAH IMAM MURSYID MTI KE PONPES KH.IMANUDDIN UTSMAN ALBANTANI

Jakarta, MTI-Onlie, Sahafi

Dalam rangka safari dakwah ormas Islam Majelis Turos Islam yang disingkat MTI Ahad pagi, Jam 08.30, Tanggal 12 Mei 2024M/03 Dzulqaidah 1445H sampai ke Desa Kresek   Ponpes Nahdlatul `Ulum KH. Imanuddin Utsman Al-Bantani, : Jl. Raya Kresek No.10, Renged, Kec. Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten 42196

Kunjungan safari dakwah ini bersama jajaran pengurus ormas MTI Ketua Umum Harian Bapak Afrizal Oktriavan, Sekjen Harian Bapak Muhammad Edison, Bendahara Umum Bapak Jamingan dan Ketua MTI-DKI Jakarta Bapak Sahidin.

Disela-sela dialog Imam Mursyid Majelis Turos Islam Tuan Syeikh Al Haj Abdul Aziz Musthafa bin Musthafa bin Dahlan bin Abdul Lathief Almandaily Almaidany Alazhari yang biasa disapa dengan KH. Ovied. R berdialog seputar dakwah dan isu-isu sosial, politik, budaya, peradaban dan menyinggung isu yang hangat selama beberapa bulan terakhir ini yaitu masalah Nasab Baklawi Habaib yang bukan termasuk keturunan baginda Nabi besar Muhammad Saw.

Imam Mursyid KH.Ovied. R bertanya kepada KH. Imanuddin sejak kapan masalah nasab Baklawi Habib ini diangkat, beliau menjawab:“ Sekitar setahun dua tahun yang lalu´´. Lalu Imam Mursyid menambahkan :“Ormas Majelis Turos Islam sudah sejak tahun 2011 (dua ribu sebelas) mengeluarkan Fatwa haramnya menggunakan gelar Habib (Habibah, Syarief, Syarifah, Sayyid, Sayyidah) dengan dasar-dasar illat yang telah dituangkan di dalam hasil fatwa tersebut´´ Hasil fatwa MTI mengenai ini bisa diakses disitus media resmi ormas Majelis Turos Islam www.majelisturosislam.org.

Di sela-sela dialog dengan KH.Imanuddin Utsman Albantani, memberi kitab karya beliau berbahasa Arab kepada MTI dengan judul Albayan Ad-Dzahabi masalah Nasab Baklawi Habaib dan kitab Nahwu dengan judul Almanaahij Ash-Shafiyah Fi As-Syarah Al-Alfiyah.

Dialog lebih kurang dua jam lebih ini menjadi titik awal bagi MTI dan para Kiyai (Ulama) ormas Nahdlatul Ulama (NU) di seuruh Indonesia untuk meyakinkan kepada ummat betapa buruknya sebahagian oknum para Da`i keturunan Baklawi Habib dengan menganggap diri mereka adalah keturunan Rasulullah Saw begitu berani menyebarkan doktrin-doktrin palsu, menjual nasab, menjual dalil-dalil palsu, bersifat rasisme, congkak dan menghalalkan segala cara asal dapat meraih wanita, uang, pangkat dan jababatan.

Namun lebih disayangkan lagi oknum-oknum keturunan Baklawi Habib di Indonesia yang menyimpang tersebut bagi para Habaib yang bener malah menyikapinya dengan melakukan pembiaran, mendiamkan dan malah terkesan membela secara terang-terangan, seakan tindakan dan cara-cara batil di atas menguntungkan keturunan Baklawi Habaib mereka semua.

Kedepannya dengan terbongkarnya keturunan Baklawi Habaib adalah bukan keturunan Rasulullah Saw oleh Tesis KH. Imanuddin Utsman Al-Bantani, maka budaya pengkultusan bathil dan gulu (melampaui batas) mungkar kepada para Habib di Indonesia dan khususnya di pulau Jawa bisa perlahan-lahan hilang, terlebih gugatan ini bersumber dari ulam NU, dimana warga NU yang banyak terlibat dalam jeratan batil oleh para oknum keturunan Baklawi Habaib yang ada di Indonesia.

KH.Ovied.R di sela-sela dialog guyon dengan KH.Imad mengatakan:“Kalau Pak Kiyai bukanlah orang NU tesis gugatan anda masalah keturunan Baklawi Habaib keturunan Rasulullah Saw adalah palsu, maka di masyarakat dan toko-tokoh NU tidak akan digubris dan tidak akan viral seperti saat ini, contohnya fatwa MTI sudah sejak tahun 2011 saja mengharamkan gelar Habaib tidak berpengaruh apa-apa, padahal ormas Islam MTI amaliyahnya sama saja dengan ormas NU“ Dan KH. Imanuddin sepakat apa yang dikatakan oleh Imam Mursyid Majelis Turos Islam KH. Ovied. R benar adanya.